Catatan Zulkifli: Kebebasan Tanpa Moral


INDSATU -  Kebebasan tanpa moral adalah konsep yang kontroversial, karena sering kali disalahpahami sebagai kebebasan mutlak yang dapat berujung pada anarki dan kekacauan.


Sebaliknya, konsep tersebut umumnya ditafsirkan bahwa kebebasan individu harus dibatasi oleh kebebasan orang lain serta tanggung jawab terhadap masyarakat. 

Tanpa batasan moral, tindakan individu yang tidak terkontrol akan membatasi kebebasan orang lain dan menciptakan rasa tidak aman. 

Nonton bola rusuh, demonstrasi pun rusuh.

Akal sehat seolah dikuasai emosi sesat.

Kebebasan berpendapat sering kali kebablasan, bahkan sampai merusak moral.


Dulu, bangsa ini punya bekal pendidikan moral Pancasila. Ada P4, ada penekanan pada nilai kebangsaan dan budi pekerti. Namun di Era Reformasi, semua itu hilang perlahan. Alasannya indoktrinasi, padahal di dalamnya ada fondasi karakter.


Kini kita lihat generasi tumbuh di tengah kebebasan tanpa pagar moral. Demokrasi dipahami sebatas “bebas semaunya”, bukan “bebas yang bertanggung jawab.”

Akibatnya, stadion berubah jadi arena amarah, jalanan berubah jadi panggung anarki.


Barangkali inilah efek dari kurikulum pendidikan moral Pancasila yang dihapuskan. Kita merdeka dalam berteriak, tapi lupa merdeka dalam mengendalikan diri.


Mungkin sudah saatnya bangsa ini sadar, bahwa reformasi politik tanpa reformasi moral hanya akan melahirkan kebebasan yang membabi buta.(*)

***Penulis Zulkifli,  Ketua RW IV Kurao Pagang.


Posting Komentar

0 Komentar

Selamat datang di Website www.indsatu.com, Terima kasih telah berkunjung.. tertanda, Pemred : Yendra