INDSATU - Umumnya sebelum tengah malam. Ketika malam datang, sebagian besar ruang publik menutup, usaha berhenti, dan kota masuk ke mode diam. Kondisi ini sudah berlangsung lama dan sering dianggap wajar. Padahal, inilah salah satu masalah paling serius dalam perkembangan ekonomi Padang.
Kota yang tidak hidup 24 jam kehilangan banyak waktu produktif. Pekerja dengan jam fleksibel, pelaku usaha kecil, pekerja kreatif, hingga sektor jasa tidak memiliki ruang untuk berkembang. Ekonomi malam bukan soal hiburan atau gaya hidup bebas, tetapi soal kesempatan. Setiap jam yang hilang adalah potensi ekonomi yang tidak pernah tercipta.
Di banyak kota maju, malam hari justru membuka peluang baru seperti kuliner, jasa cepat, logistik ringan, ruang kerja kreatif, dan ekonomi berbasis layanan. Kota yang hidup sepanjang hari memberi ruang bagi lebih banyak orang untuk bekerja, berusaha, dan berinovasi. Padang memilih sebaliknya. Malam hari diperlakukan sebagai risiko.
Alasan moral dan keamanan sering dijadikan pembenaran namun, membatasi aktivitas bukan berarti meningkatkan ketertiban.
Kota yang mati justru rawan karena minim pengawasan dan aktivitas sosial. Kota yang hidup dengan aturan jelas, zona terkontrol, dan regulasi tegas jauh lebih aman dibanding kota yang gelap dan sepi.
Dampaknya terasa langsung pada generasi muda. Anak muda membutuhkan ruang, waktu, dan peluang. Ketika kota menutup dirinya terlalu cepat, mereka kehilangan tempat untuk berkarya dan akhirnya mencari kota lain.
Solusinya bukan menjadikan seluruh kota aktif tanpa batas, tetapi membuka zona ekonomi malam yang terencana.
Kawasan tertentu bisa dihidupkan dengan jam operasional panjang, transportasi terbatas, pengawasan keamanan, dan izin usaha yang jelas. Ekonomi malam harus dilihat sebagai sektor produktif, bukan ancaman moral.
Padang tidak akan maju hanya dengan menjaga ketenangan, Kota maju dengan mengelola dinamika.
Selama Padang menolak menjadi kota 24 jam, selama itu pula ia akan tertinggal. Ini soal berani memberi ruang bagi kehidupan ekonomi yang nyata.(*)

0 Komentar