INDSATU - Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi, mengumumkan bahwa Iran bersedia menyetujui gencatan senjata jika serangan terhadap negara tersebut dihentikan.
Ia menambahkan, selama periode dua minggu, jalur pelayaran melalui Selat Hormuz akan dijamin aman.
Menurut Araghchi, keputusan ini akan dijalankan "melalui koordinasi dengan Angkatan Bersenjata Iran dan memperhatikan keterbatasan teknis yang ada".
Pernyataan tersebut muncul setelah Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, menyatakan bahwa AS dan Iran akan menempuh gencatan senjata sementara selama dua minggu, dengan syarat Iran membuka akses maritim di Selat Hormuz.
"Saya setuju untuk menangguhkan pemboman dan serangan terhadap Iran selama dua minggu," kata Trump melalui akun Truth Social.
Ia menegaskan bahwa gencatan senjata ini bersifat dua arah, dengan ketentuan Iran membuka Selat Hormuz secara penuh, segera, dan aman.
Trump menambahkan bahwa keputusan ini diambil karena "tujuan militer telah tercapai dan terlampaui", dan menekankan bahwa kesepakatan jangka panjang mengenai perdamaian di Timur Tengah sedang mendekati finalisasi.
Trump juga menyebut bahwa Iran telah mengajukan 10 syarat terkait gencatan senjata kepada AS dan Israel, yang menurutnya bisa menjadi dasar untuk negosiasi lebih lanjut.
"Hampir seluruh poin perselisihan di masa lalu telah disepakati antara AS dan Iran, namun periode dua minggu ini akan memungkinkan kesepakatan final difinalisasi," ujar Trump.
Pemerintah Israel menyatakan dukungan terhadap gencatan senjata dua pekan ini, dengan catatan bahwa Iran harus menghentikan semua serangan terhadap AS, Israel, dan negara-negara lain di kawasan, serta segera membuka Selat Hormuz.
Namun, Israel menegaskan bahwa gencatan senjata ini tidak mencakup wilayah Lebanon.
Sebelumnya, pada 7 April 2026, Trump sempat mengancam akan menyerang infrastruktur vital Iran, termasuk pembangkit listrik dan jembatan, jika akses Selat Hormuz tidak dibuka.
Ancaman ini disebut-sebut akan membuat Iran "menjadi neraka" jika tidak patuh.
Gencatan senjata sementara ini diharapkan menjadi langkah awal menuju perdamaian jangka panjang di kawasan Timur Tengah, sekaligus memastikan kelancaran jalur maritim strategis yang menjadi urat nadi perdagangan dunia.(*)

0 Komentar