INDSATU - Sebagian warga Iran tetap meragukan keseriusan gencatan senjata yang disepakati Amerika Serikat dan Israel dengan Iran.
Kesepakatan tersebut diumumkan pada Rabu (7/4/2026) dan berlaku selama dua pekan.
Seorang wanita Iran yang berada di Lapangan Engelab, Teheran, menilai gencatan senjata ini hanyalah jeda bagi AS dan Israel untuk menyusun strategi ulang.
“AS telah menunjukkan jati dirinya seratus kali hingga saat ini,” ujarnya, dikutip dari Reuters.
Ia menambahkan bahwa pengalaman sebelumnya menunjukkan gencatan senjata semacam ini biasanya hanya untuk memberikan waktu bagi pihak lawan memulihkan kekuatan.
Wanita lain yang diwawancarai mempertanyakan perubahan sikap Amerika.
“Apakah sifat Amerika benar-benar berubah?” katanya.
Dia juga menuding AS dan Israel hanya ingin mengulur waktu melalui kesepakatan ini.
Sebelumnya, Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengklaim telah meraih kemenangan mutlak setelah Washington dan Teheran menyetujui kesepakatan gencatan senjata dua minggu.
Menurut Trump, langkah ini menandai jeda pertama dalam konflik bersenjata yang mengguncang kawasan Timur Tengah sejak akhir Februari lalu.
“Kemenangan total dan mutlak, 100 persen. Tidak perlu diragukan lagi,” ujar Trump, dikutip dari AFP, Rabu (8/4/2026).
Meski demikian, Trump tidak menjelaskan apakah akan kembali mengancam menghancurkan infrastruktur sipil Iran jika kesepakatan gagal.
Ia hanya menekankan bahwa uranium yang diperkaya Iran akan ditangani sepenuhnya sesuai kesepakatan, meskipun tanpa rincian spesifik.
Dewan Keamanan Nasional Tertinggi Iran menegaskan bahwa gencatan senjata bukan berarti perang berakhir.
“Tangan kami tetap berada di pelatuk, dan jika kesalahan sekecil apa pun dilakukan oleh musuh, itu akan ditanggapi dengan kekuatan penuh,” kata pejabat Dewan, dikutip dari Al Jazeera.
Media Iran menilai gencatan senjata menandai langkah mundur Trump dari retorika anti-Iran sebelumnya, menyebutnya sebagai “mundur yang memalukan.”
Media tersebut menekankan bahwa kesepakatan tercapai setelah Presiden AS menerima syarat-syarat yang diajukan Iran untuk mengakhiri perang, sebagaimana dilaporkan BBC pada Rabu (8/4/2026).(*)
Sumber : Tribunnews.com.

0 Komentar