INDSATU - Belum genap sepekan sejak dilantik pada 22 Juli 2026, Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Sudaryono, langsung mengambil langkah radikal dengan menutup permanen 833 dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) penyedia program Makan Bergizi Gratis (MBG) pada Senin, 27 Juli 2026.
Alasan Penutupan Dapur SPPG
Penutupan massal ini dilakukan karena ratusan dapur tersebut terbukti melakukan pelanggaran berat terhadap standar operasional prosedur (SOP), antara lain:
Masalah higienitas dan sanitasi yang buruk.
Kualitas makanan tidak sesuai standar gizi.
Adanya kasus keracunan makanan.
Masalah IPAL (Instalasi Pengolahan Air Limbah).
Penggunaan bahan subsidi secara ilegal (seperti Minyakita, gas melon 3 kg, atau beras SPHP).
Berbeda dari periode kepemimpinan sebelumnya di mana dapur bermasalah tetap mendapatkan kucuran dana saat ditangguhkan, Sudaryono menegaskan bahwa kebijakan kali ini adalah gembok total tanpa ada pembayaran atau insentif dari negara.
Meskipun ratusan dapur ditutup, distribusi makanan untuk anak-anak sekolah dipastikan tidak akan terhenti karena porsi layanan langsung dialihkan ke dapur SPPG terdekat yang memenuhi standar.
Rincian Wilayah Dapur yang Ditutup
Sebaran 833 dapur SPPG yang disuspensi secara permanen meliputi:
Wilayah I (Sumatera): 98 dapur.
Wilayah II (Jawa & Madura): 311 dapur.
Wilayah III (Kalimantan, Sulawesi, Maluku, Bali, NTT, Papua): 424 dapur.
Selain menutup ratusan dapur, langkah "bersih-bersih" internal BGN ini juga dibarengi dengan pemecatan 261 pegawai non-ASN serta pemberian sanksi disiplin berat hingga mutasi bagi puluhan ASN yang terlibat pelanggaran.(*)

0 Komentar