TABUH GENDERANG PERANG! AS Bombardir Iran, Gencatan Senjata Hancur dan Selat Hormuz Ditutup

INDSATU - Dunia kini di ambang krisis energi global dan perang skala besar! Ketegangan di Timur Tengah mencapai titik didih tertinggi setelah militer Amerika Serikat (AS) di bawah perintah Presiden Donald Trump melancarkan serangan udara besar-besaran ke Iran sejak akhir pekan hingga Minggu malam.


Langkah agresif Washington ini langsung direspons keras oleh Teheran dengan menutup total Selat Hormuz—jalur urat nadi minyak dunia—serta menghujani pangkalan militer AS di lima negara Teluk dengan rudal!


 Trump Jemawa: "Kami Memukuli Mereka!"


Komando Pusat Militer AS (CENTCOM) mengklaim telah meluncurkan sekitar 140 serangan udara dalam waktu singkat untuk melumpuhkan pertahanan Iran di Sirik, Bandar Abbas, dan Pulau Qeshm.


Dengan nada menantang, Donald Trump secara terbuka mengejek Teheran atas aksi militer tersebut. "Kami memukuli mereka," klaim Trump sepihak, sekaligus menyatakan bahwa kesepakatan gencatan senjata yang baru disepakati bulan lalu kini praktis telah berakhir.


 Iran Mengamuk, Balas Serang Qatar dan UEA


Tak tinggal diam digempur, Iran langsung memperluas jangkauan rudal dan drone mereka. Ironisnya, Teheran nekat menyerang fasilitas militer di Qatar, negara yang selama ini menjadi mediator damai. Uni Emirat Arab (UEA) juga mengonfirmasi sistem pertahanan udara mereka sibuk mencegat serangan udara dari Iran.


Kementerian Luar Negeri Iran mengutuk keras AS dan menyebut Washington telah menghancurkan seluruh upaya diplomasi yang dibangun berbulan-bulan demi perdamaian di Asia Barat akibat tekanan terselubung mereka.


Ancaman Iran: "Bayar Harganya!"


Negosiator utama Iran, Mohammad Bagher Ghalibaf, melempar sinyal perang yang mengerikan lewat media sosial X. Ia memastikan Iran tidak akan mundur dan siap membuat AS membayar mahal.


"Era kesepakatan sepihak sudah berakhir. Kami sudah bilang: menepati janjimu atau membayar harganya. Realitas sedang mengetuk," tegas Ghalibaf.(*)



Posting Komentar

0 Komentar

Selamat datang di Website www.indsatu.com, Terima kasih telah berkunjung.. tertanda, Pemred : Yendra