INDSATU - Wakil Bupati Padang Pariaman Rahmat Hidayat maklumi pengusiran yang dilakukan oleh warga Kapalo Hilalang karena masih tidak puas dalam memperjuangkan hak-nya, Sabtu (13/9/2025).
Rahmat menyebut kedatangannya di kantor Nagari Kapalo Hilalang, atas permintaan bupati karena tidak bisa membersamai aksi kedua yang dilakukan oleh masyarakat setempat beberapa waktu lalu.
Sebelum datang, Rahmat mengaku sudah berkoordinasi dengan perangkat nagari dan tokoh masyarakat setempat.
“Jadi pertemuan itu memang diagendakan, saya mengajak sejumlah kepala OPD juga untuk bisa langsung mendengar,” ujarnya.
Tujuan dari pertemuan ini merupakan silaturahmi dan mencari jalan keluar atas tuntutan dari masterkait pembangunan Batalyon Kesehatan dan Ganti rugi tanaman.
Rahmat mengaku, sebelum datang ke lokasi, pemerintah nagari dan tokoh masyarakat menyambut baik itikad pemerintah.
Buktinya sejak awal datang suasana pertemuan berjalan dengan tertib dan lancar.
Penolakan baru terjadi saat mediasi sudah berlangsung, sewaktu seorang warga masuk ke ruang mediasi dan mempertanyakan kehadiran bupati.
“Saat itu akhirnya kondisi pertemuan makin tidak kondusif, warga lain turut mempertanyakan kehadiran saya di sana,” ujarnya.
Menanggapi situasi tersebut, Rahmat mengaku memilih untuk undur diri karena ada desakan juga dari sejumlah warga.
Alhasil Rahmat beserta rombongan meninggalkan lokasi dengan tetap berpamitan pada warga yang sudah hadir.
“Saya secara pribadi memaklumi kejadian tersebut. Mungkin sejumlah warga yang datang di pertengahan rapat sedang emosi karena masih dalam situasi memperjuangkan haknya,” ujar Rahmat.
Emosi warga ini menurutnya dilatarbelakangi oleh dua aksi demonstrasi yang belum juga mendapat kejelasan atas tuntutan mereka.
Terlebih saat demonstrasi kedua Bupati tidak bisa hadir, karena adanya keperluan lain atau dinas luar daerah.
Meski kedatangannya ingin mencari jalan keluar dengan kepala dingin, situasi tersebut tentu tidak mungkin membuat pertemuan berjalan dengan baik.
Baginya emosi yang menyelimuti sejumlah warga tersebut merupakan hal yang wajar, ia akan berusaha melakukan pendekatan lain untuk mencapai jalan keluar atas masalah yang ada.
“Kami tentu akan terus berupaya mencari jalan keluar terbaik atas tuntutan masyarakat setempat,” ujarnya.(*)

0 Komentar