Respons Cepat Bupati Solok Jon Firman Pandu Hadapi Aksi Warga Koto Baru Soal Dugaan Korupsi Nagari

INDSATU – Gelombang keresahan warga Nagari Koto Baru, Kecamatan Kubung, Kabupaten Solok, terkait dugaan korupsi aparatur nagari, berujung pada aksi pendudukan Kantor Walinagari sejak Kamis malam (2/10/25). 


Bupati Solok H. Jon Firman Pandu langsung turun tangan dengan mendatangi lokasi untuk berdialog dengan masyarakat. 


Puluhan warga Koto Baru yang sebelumnya berencana menggelar aksi unjuk rasa pada Jumat (3/10/25) memilih bertindak lebih cepat dengan menduduki kantor pemerintahan nagari. Aksi ini dilakukan sebagai bentuk kekecewaan atas dugaan penyalahgunaan kewenangan aparatur nagari. 


Mengetahui kondisi tersebut, Bupati Solok Jon Firman Pandu langsung merespons cepat. Sekitar pukul 22.30 WIB, ia mendatangi kantor nagari untuk melakukan dialog terbuka dengan masyarakat. 


“Saya pastikan proses hukum berjalan. Aparat nagari yang diduga terlibat sudah menjalani pemeriksaan oleh instansi berwenang, dan semua akan ditangani secara adil serta transparan,” tegas Bupati Jon Firman Pandu di hadapan warga. 


Dalam kesempatan itu, Bupati juga menyampaikan bahwa dirinya hadir bukan hanya untuk menyelesaikan persoalan hukum, tetapi juga untuk memastikan masyarakat merasa didengar. 


“Saya hadir malam ini bukan semata-mata sebagai kepala daerah, tapi juga sebagai bagian dari keluarga besar masyarakat Solok. Saya tidak ingin warga saya merasa ditinggalkan atau tidak mendapat perhatian. Aspirasi bapak dan ibu adalah hal yang sangat penting, dan pemerintah tidak akan menutup mata,” ungkapnya dengan nada penuh kepedulian. 


Turut hadir Camat Kubung, Acil Fasra, S.IP, MM., yang menegaskan pihaknya akan mengambil langkah tegas terhadap perangkat nagari yang terbukti merugikan keuangan negara. 


“Seluruh perangkat nagari yang terdapat temuan merugikan keuangan negara diberhentikan dan diwajibkan mengembalikan kerugian tersebut. Namun, pemerintahan nagari harus tetap berjalan, karena pelayanan kepada masyarakat tidak boleh terhenti,” ujar Acil Fasra. 


Bupati Jon Firman Pandu kembali menekankan agar masyarakat tidak terjebak pada tindakan anarkis. Ia mengajak semua pihak menjaga kondusifitas dan membangun nagari dengan kebersamaan. 


“Kita harus tetap solid. Jangan sampai masalah ini memecah belah. Pemerintah hadir untuk melindungi dan melayani, bukan sebaliknya. Saya ingin nagari ini tumbuh dengan suasana damai, karena kalau kita kompak, maka persoalan seberat apa pun bisa kita selesaikan bersama,” ujarnya. 


Sikap cepat dan humanis Bupati Jon Firman Pandu yang hadir langsung pada tengah malam diapresiasi warga. Kehadirannya dinilai sebagai bukti nyata bahwa pemerintah daerah serius mendengarkan aspirasi rakyat.

Doni (45), salah seorang warga Koto Baru, menyampaikan harapannya. 


“Kami menghargai kehadiran Bupati di tengah malam untuk mendengarkan langsung keluhan kami. Ini memberi harapan bahwa suara kami tidak diabaikan. Kami ingin proses hukum berjalan adil, dan kami siap menjaga ketertiban demi kepentingan bersama,” ujarnya. 


Langkah responsif Bupati Jon Firman Pandu dinilai mampu meredam keresahan warga sekaligus menumbuhkan kembali kepercayaan masyarakat terhadap pemerintah daerah.(basa/indsatu)


Sumber : Surya24.Com.

Posting Komentar

0 Komentar

Selamat datang di Website www.indsatu.com, Terima kasih telah berkunjung.. tertanda, Pemred : Yendra