![]() |
| Wawan Wanisar, aktor yang dipercaya memerankan Pierre Tendean.(Dok : ist ) |
INDSATU - Nama Pierre Tendean kembali menjadi sorotan publik pada 30 September 2020. Sosok Pahlawan Revolusi ini dikenang bukan hanya karena keteguhan hatinya menghadapi tragedi G30S/PKI 1965, tetapi juga karena kisah hidupnya yang penuh keberanian dan pengorbanan. Cerita kepahlawanannya semakin abadi ketika diangkat dalam film legendaris Pengkhianatan G30S/PKI (1984) karya Arifin C. Noer.
Adalah Wawan Wanisar, aktor yang dipercaya memerankan Pierre Tendean. Namun, perjalanan Wawan dalam membawakan tokoh ksatria muda itu tidaklah mudah. Ia rela melewati beragam adegan penuh risiko: dihantam popor senapan (meski dilapisi busa), diikat di pohon, bahkan disundut rokok sungguhan. Tubuhnya dilumuri tanah liat dan lateks, hanya demi menghadirkan realisme di layar.
Mengapa Wawan bersedia menanggung semua itu? Rupanya, sebelum syuting, ia melakukan riset mendalam tentang sosok Pierre Tendean. Ia menemukan bahwa Pierre bukan hanya gagah dan tampan, tetapi juga disiplin, tertib, serta berwibawa. Konon, saat bertugas, tidak ada yang berani ugal-ugalan di jalan karena takut berurusan dengannya.
Momen yang paling membekas bagi Wawan terjadi sebelum pengambilan gambar dimulai. Ia sowan ke rumah Jenderal AH Nasution, tokoh yang kala itu menjadi atasan Pierre sekaligus target utama penculikan. Tanpa pesan panjang, sang Jenderal hanya tersenyum hangat kepadanya, seolah memberikan restu tak terucap. Istri Jenderal Nasution lah yang mengiyakan, memberi izin moral bagi Wawan untuk memerankan ajudan kesayangan keluarga itu.
Senyuman Nasution menjadi kekuatan tersendiri. Wawan merasa ia harus total dalam peran ini, menjaga kehormatan nama Pierre Tendean. Demi memantapkan aktingnya, ia bahkan digembleng oleh seorang Letnan Kolonel Angkatan Udara agar benar-benar memahami bagaimana seorang ajudan bersikap, beretika, dan menjaga wibawa.
Bagi Wawan Wanisar, memerankan Pierre Tendean bukan sekadar pekerjaan, melainkan sebuah kehormatan besar yang hanya datang sekali seumur hidup. Ia tahu bahwa senyum restu Sang Jenderal adalah pesan agar ia tidak main-main, melainkan benar-benar menghadirkan semangat kepahlawanan seorang Pierre Tendean yang berintegritas tinggi, setia pada bangsa, dan rela berkorban sampai akhir hayatnya.(*)
Sumber : Liputan6.com

0 Komentar