Presiden Prabowo Turun Tangan di Ranah Minang! Bareng Kapolri & Panglima TNI, Tinjau Pengungsian & Pasang Tiang Pertama Huntara Bencana”

INDSATU – Tanah Ranah Minangkabau menyambut kedatangan rombongan pejabat tinggi negara yang terhormat pada hari Kamis, 18 Desember 2025.

Orang Nomor 1 Indonesia, Presiden RI Jenderal TNI (Purn.) H. Prabowo Subianto, tiba di Sumatera Barat didampingi Kapolri Jenderal Polisi Drs. Listyo Sigit Prabowo, M.Si., dan Panglima TNI Jenderal TNI H. Agus Subiyanto, S.E., M.Si.

Kedatangan mereka disambut dengan upacara resmi yang meriah oleh jajaran pejabat lokal, antara lain Kapolda Sumatera Barat Irjen Pol Dr. Gatot Tri Suryanta, Wakapolda Brigjen Pol. Solihin, Kabid Humas Polda Kombes Pol Susmelawati Rosya, Gubernur Sumatera Barat Mahyeldi Ansharullah beserta Wakilnya Vasko Ruseimy, seluruh Kapolres dan Kapolresta di provinsi, PJU Polda, personel TNI, jajaran Kejati dan Kejari Sumatera Barat, serta semua Bupati dari kabupaten-kabupaten di provinsi ini.

Sebelumnya, daerah-daerah di Kabupaten Agam – khususnya Kecamatan Palembayan, Banuhampu, dan Lubuk Alung – terkena dampak bencana longsor dan banjir akibat curah hujan ekstrem yang turun Desember 2025.

Curah hujan yang mencapai 350 mm/hari membuat sungai Batang Agam meluap, membanjiri desa-desa di sepanjang aliran, sementara longsor menutupi jalan utama dan merusak rumah-rumah di lereng bukit.

Lokasi yang paling terkena dampak adalah Desa Lubuk Alung dan Desa Palembayan di Kecamatan Palembayan, di mana lebih dari separuh rumahnya rusak parah bahkan hancur total.

Setelah selesai sambutan, Presiden dan rombongan langsung menuju lokasi yang menjadi prioritas kunjungan: posko pengungsian di SD Negeri 05 Desa Palembayan, Kecamatan Palembayan, Kabupaten Agam – yang menjadi tempat tinggal sementara bagi warga dari Desa Palembayan yang kehilangan rumah.

Di sana, Presiden tidak hanya sekadar mengecek fasilitas – seperti tempat tidur yang dibuat dari kasur lipat, dapur umum yang disediakan makanan 3 kali sehari, dan tempat cuci yang dilengkapi air bersih – tetapi juga berdialog langsung dengan para pengungsi secara hangat.

Ia mendengar cerita pribadi mereka yang terkena dampak bencana di lokasi tersebut, seperti dari Haji Usman (52 tahun), seorang warga Desa Palembayan yang rumahnya tertutup longsor saat ia sedang keluar mencari makanan.

Presiden menanyakan kebutuhan yang belum terpenuhi (seperti pakaian musim dingin, obat-obatan untuk anak-anak, dan buku tulis), dan memberikan semangat serta janji bahwa pemerintah akan terus memberikan bantuan ke lokasi bencana tersebut.

“Saya datang sini untuk melihat langsung bagaimana kondisi Anda semua di tempat yang terkena bencana ini. Tidak ada yang lebih penting daripada kesejahteraan warga yang sedang mengalami kesulitan.

Kita akan bekerja sama untuk memastikan Anda mendapatkan perlindungan dan dukungan yang cukup di sini,” ungkap Presiden Prabowo saat berbicara dengan Haji Usman yang membawa cucunya yang berusia 7 tahun.

Setelah meninjau posko, Presiden dan rombongan melanjutkan kegiatan ke tahap yang penuh makna: groundbreaking pembangunan Hunian Sementara (Huntara) di lokasi lahan kosong di Desa Lubuk Alung, Kecamatan Palembayan, Kabupaten Agam – tepat di dekat area yang terkena longsor parah.

Acara ini menandai awal langkah konkret untuk memberikan tempat tinggal sementara kepada ratusan keluarga yang rumahnya rusak parah di lokasi bencana tersebut.

Presiden sendiri yang mencopot tanah pertama sebagai tanda mulai pembangunan, dan menekankan bahwa Huntara di lokasi ini akan dibangun dengan kualitas yang memadai – lengkap dengan fasilitas dasar seperti kamar mandi, dapur, dan tempat belajar untuk anak-anak – dan diselesaikan dalam waktu sesingkat mungkin.

“Pembangunan Huntara di sini, di dekat tempat Anda tinggal sebelumnya, adalah bukti bahwa kita tidak tinggalkan warga yang terkena bencana di lokasi ini.

Ini adalah tempat tinggal sementara yang akan membuat Anda merasa aman, sambil kita bekerja untuk membangun rumah permanen Anda kembali di daerah yang aman,” jelas Presiden.

Setelah acara groundbreaking, rombongan Presiden berencana melanjutkan kunjungan ke beberapa lokasi bencana lain di Sumatera Barat – seperti Kecamatan Banuhampu (Kabupaten Agam) dan Kecamatan Padang Panjang Selatan (Kota Padang Panjang) – yang juga terkena dampak banjir dan longsor.

Tujuan utama kunjungan ini adalah untuk mengevaluasi upaya penanggulangan bencana di lapangan di setiap lokasi, berkoordinasi dengan pejabat lokal, dan memastikan bahwa bantuan pemerintah sampai ke warga yang paling membutuhkan di daerah-daerah tersebut.

Kapolda Sumbar Irjen Pol Gatot Tri Suryanta menyatakan bahwa pihak kepolisian siap memberikan dukungan penuh – mulai dari keamanan selama kunjungan hingga bantuan logistik dalam mengangkut bantuan ke setiap lokasi bencana.

Gubernur Mahyeldi Ansharullah juga menambahkan bahwa provinsi Sumatera Barat akan bekerja sama erat dengan pemerintah pusat untuk mempercepat pemulihan dan pembangunan di daerah-daerah yang terkena dampak bencana.

Suasanan di setiap lokasi kunjungan dipenuhi rasa harapan dan bangga dari warga. Banyak di antaranya menyampaikan terima kasih kepada Presiden yang turun langsung ke lapangan lokasi bencana, menganggapnya sebagai bukti perhatian yang tulus terhadap kesulitan mereka di tanah Ranah Minang.(***)

Editor: Yendra.

Posting Komentar

0 Komentar

Selamat datang di Website www.indsatu.com, Terima kasih telah berkunjung.. tertanda, Pemred : Yendra