Dibalik Hilangnya Jejak Pandam Kuburan Tertimbun Sedimen Pasca Banjir dan Longsor, Ziarah Mencari Arah


INDSATU -  Minggu (15/2), cuaca mendung, semendung hati warga, saat ziarah di Pandam Kuburan di Tabing Banda Gadang. Kenapa tidak! Pasca banjir dan longsor meluluhlantakan rumah dan pandam kuburan. Bahkan, sedimen banjir dan longsor itu, mengakibatkan lokasi itu rata dengan tanah


Sebelum memasuki Bulan Ramadhan, tradisi ziarah, meramaikan Pandam Kuburan. Ratusan warga, membersihkan kuburan orang tua, anak, kakak dan sanak saudara. Tak lupa membawa bunga dan air untuk ditaburi diatas kuburan. Sembari memanjatkan doa agar arwah almarhum dan almarhumah di terima Allah SWT.


Beda ziarah tahun ini, di Pandam Kuburan Tabing Banda Gadang. Kebingungan menyertai ratusan warga yang berziarah. Pandam Kuburan sudah rata dengan tanah. Tak ada batu nisan jadi pertanda. Semua hilang, seiring hilang arah saat ziarah


Bingung menaburkan bunga, tak tentu dimana air disiram. Hanya feeling yang bicara. Sedikit dipandu tanda tanda yang pernah ada. Sebagai gambaran lokasi di makamkan. Biar tak hilang jejak lagi, sepotong kayu dan tumpukan tanah, menjadi pertanda disana kubur sebelum dihantam longsor dan banjir


"Hilang jejak dimana lokasi orang tua dikuburkan. Semuanya sudah rata dengan tanah. Sehingga tak tahu lagi dimana pastinya, makam orang. Apalagi, makan berdekatan dan rapat tak lagi bisa menentukan posisi makam orang tua," kata Upik meneteskan air mata melihat kondisi kuburan orang tuanya.


Nasib serupa juga dialami ratusan warga lain yang ikut ziarah ke Pandam Kuburan Suku Caniago itu. Mereka hanya bisa pasrah dan bisa mencari arah dimana makam orang tua, sanak saudara. Mereka pun menandai dengan menancapkan kayu dan menaburi bunga. Hanya itu, solusi ditengah kebingungan menentukan kuburan orang tua dan sanak saudara. (Khaef)

Posting Komentar

0 Komentar

Selamat datang di Website www.indsatu.com, Terima kasih telah berkunjung.. tertanda, Pemred : Yendra