INDSATU - Driver ojek online (ojol) di Jakarta Barat yang menjadi korban penganiayaan, Hasan Risqi Saputro, menyampaikan permintaan maaf atas informasi yang ia sampaikan soal pelaku.
Hasan mengaku ada kesalahan dari dirinya yang menuliskan pelaku sebagai anggota Pasukan Pengamanan Presiden (Paspampres).
Atas hal itu, Hasan pun menyampaikan permintaan maaf.
"Ternyata ada kesalahan data, pelaku bukan anggota Paspampres."
"Saya memohon maaf kepada satuan Paspampres atas kesalahan data yang saya informasikan. Terima kasih," kata Hasan dalam sebuah video yang diunggah di akun Instagram Story @ppid.paspampres, Senin (9/2/2026), dikutip Tribunnews.com.
Permintaan maaf juga disampaikan Hasan lewat akun Instagramnya, @hasanrisqi, di hari yang sama, mengenai kesalahan informasi mengenai pelaku.
Ia mengatakan mendapat informasi mengenai profesi pelaku saat berada di Tempat Kejadian Perkara (TKP) di kawasan Srengseng, Jakarta Barat.
"Mohon maaf kepada kesatuan Paspampres. Setelah pengecekan ternyata pelaku pemukulan bukan dari anggota Paspampres."
"Kesalahan informasi dari pihak TKP. Sekali lagi saya memohon maaf kepada pihak kesatuan Paspampres. Terima kasih," tulis Hasan, Senin.
Pantauan Tribunnews.com, unggahan Hasan mengenai kronologi penganiayaan kini telah dihapus.
Saat dikonfirmasi, Hasan mengatakan pelaku memang pernah menjadi anggota Paspampres, namun kini sudah pindah tugas.
"Tadi sudah dijelaskan ke saya, pelaku memang pernah bertugas di Paspampres, tapi itu dulu," ujar Hasan kepada TribunJakarta.com, Senin.
"Sekarang (pelaku) sudah bukan anggota Paspampres," imbuhnya.
Lebih lanjut, Hasan mengatakan pelaku telah mengakui perbuatannya.
Hal ini diketahui Hasan dari perwakilan TNI yang menemuinya.
"Pelaku sudah ditemui pihak TNI, polisi, dan Paspampres. Tidak ada pengelakan, dia mengakui kejadian itu," ungkap Hasan.
Kini, Hasan ditawari dua pilihan untuk menyelesaikan kasus penganiayaan yang dialaminya.
Dua pilihan itu adalah penyelesaian secara kekeluargaan atau melaporkan pelaku ke polisi militer.
Hasan diketahui dijadwalkan bertemu pelaku pada Selasa (10/2/206) hari ini, untuk menindaklanjuti kasus penganiayaan.
"Keputusan nanti balik ke saya, mau ke polisi militer atau mediasi. Saya belum menentukan, besok baru akan ada pertemuan lanjutan," pungkas Hasan.(*)

0 Komentar